Pelantikan ini menjadi momen penting dalam regenerasi kepemimpinan di lingkungan pondok. Para pengurus terpilih merupakan santri-santri yang telah melalui proses seleksi dan penilaian, baik dari segi kedisiplinan, tanggung jawab, maupun keteladanan dalam keseharian.
Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan SK dan Ikrar Pengukuhan Pengurus Oleh Ketua Yayasan Raudhatut Tholibin, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua yayasan. Dalam sambutannya, KH. Ahmad Halimy menyampaikan bahwa kepengurusan bukanlah tempat mencari kehormatan, melainkan ruang untuk belajar tanggung jawab dan melatih keikhlasan dalam pengabdian.
“Menjadi pengurus adalah latihan menjadi orang besar. Bukan karena jabatannya, tetapi karena tanggung jawab dan keikhlasannya. Teruslah berbuat, meski tak selalu terlihat,” pesan beliau penuh makna.
Sebanyak 15 santri secara resmi dilantik setelah mengucapkan ikrar kesetiaan dan tanggung jawab sebagai pengurus. Mereka akan mengemban amanah di berbagai bidang, seperti kebersihan, ketertiban, keamanan, keilmuan, ubudiyah dan kesehatan pondok pesantren.
Ketua pengurus saat ditemui menyatakan kesiapan seluruh timnya untuk bekerja dengan penuh semangat dan kerjasama. “Kami bukan yang terbaik, tapi kami siap belajar dan berusaha memberikan yang terbaik untuk pondok yang kita cintai,” ujarnya.
Acara pelantikan diakhiri dengan doa bersama dan pemberian ucapan selamat dari para masyaikh pondok pesantren dan santri. Semoga pengurus baru dapat menjadi penggerak perubahan positif dan menebar manfaat di lingkungan pondok.
0 Response to "Pelantikan Pengurus Baru Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin: Tonggak Awal Pengabdian dan Kepemimpinan"
Posting Komentar